Saturday, August 3, 2013

Terlalu Lama

Sudah terlalu lama kamu lari dari kenyataan,
lututmu lemas karena membawa beban.

Sudah terlalu lama kamu mencintai karena paksaan.
Dengar hatimu, ia punya pilihan.

Sudah terlalu lama kamu sembunyi.
Lihat keluar, sambut mentari, kamu tak pernah sendiri.

Sudah terlalu lama kamu berbicara.
Tutup mulutmu, coba buka telinga.

Sudah terlalu lama kamu berusaha namun sia-sia.
Lipat tanganmu, tundukan kepala, lalu berdoa.

Sudah terlalu lama kamu menyerah.
Coba dan coba lagi, jangan pernah berpasrah.

Sudah terlalu lama kamu diam.
Katakan pendapatmu, jangan hanya bungkam.

Sudah terlalu lama kamu kesepian.
Aku tahu, yang kamu butuhkan hanya pelukan.

Tuesday, July 30, 2013

Letih

Dia letih,
mukanya pipih dan matanya perih.
Perih karena menahan kantuk,
kepalanya terantuk-antuk.

Dia lemas,
hanya ingin waktu bebas,
untuk tidur maupun sekedar melamun,
hingga dirinya terbangun.

Dia lelah,
pikirannya tersumbat sampah.
Kekhawatiran menghantui,
sesungguhnya ia tak sabar dijemput mimpi.

Dia lesu,
tak kunjung sampai ke tempat yang ia tuju.
Lama menunggu malam tiba,
hingga ia tenggelam dalam kelamnya.

Mau tahu sesuatu?
Dia itu Aku.

Tuesday, July 23, 2013

Surat Cinta Malam Kepada Siang

Bulan kita berbeda,
musim kita tak sama.

Dekatmu gersang,
selalu siang.

Dekatku mendung,
awan kelabu menggantung.

Kau pergi diantar matahari,
aku pulang disambut bulan bintang.

Pelukmu menyengat,
tanpa usaha membuat berkeringat.

Sedangkan sorotku sejuk,
membuat tertidur dalam peluk.

Kau jarang menangis,
bahkan tak pernah gerimis.

Tangisanku berhari-hari,
rintikku mengguyur bumi.

Kamu lelah.
Kamu hanya butuh waktu untuk berubah.

Aku rindu menunggu,
rasa yang menyatukan kita menjadi satu.

Oh Siang sayang,
tandusmu dan teduhku berbeda,
terangmu dan gelapku tak sama.

Kutunggu kau sore nanti,
kencan senja kita dibalik matahari.

Wednesday, July 3, 2013

Penikmat Senja

Aku duduk di tempat yang sama,
memandang jauh kesana,
menunggu sore tiba.

Aku penonton setia,
aku bukan siapa-siapa.
Aku hanya penikmat senja.

Senja membakar cakrawala,
hanya menyisakan ruang untuk terpana.

Senja mempunyai mantra,
untuk membuatmu duduk diam dan memandang saja.

Senja mempunyai cara,
untuk berpuisi tanpa kata-kata.

Senja dapat membuat siapa saja,
jatuh cinta pada pandangan pertama.

Senja memanjakan mata,
tanpa banyak usaha.

Dan aku menyapanya,
"Apa kabar teman lama?"

Tuesday, June 11, 2013

Dan Sebutir Lagi

Matanya menerawang,
melihat entah kemana,
mencari entah apa.
Sebutir jatuh..

Tubuhnya gemetar,
seperti baru disetrum oleh arus masa lalu.
Arus yang lembut namun mematikan,
arus yang meracuni dengan kenangan.
Sebutir jatuh..

Kedua bola mata bulat itu berkaca-kaca,
bola mata yang dulu menjadi cerminnya.
Ya, dia yang membayangimu.
Dia yang dengan sukarela menghantuimu.
Sebutir jatuh..

Dengan susah payah ia mengatur nafas.
Menghentikan tangisan,
mencari kekuatan.
Lalu tersenyum samar,
senyuman tawar.

Kita berbagi hening.
Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan,
betapa hatimu telah retak dan pecah perlahan.
Sebutir jatuh..
Sebutir lagi..
Lalu sebutir lagi..

Thursday, May 30, 2013

Karena Malas Saja

Terkadang malas menjawab,
karena tidak didengar.
 
Malas bertanya,
karena tidak masuk akal.
 
Malas berbicara,
karena lupa punya suara.
 
Malas berpikir,
padahal otak masih bekerja.
 
Malas berkata jujur,
padahal bukan pendusta.
 
Malas jatuh cinta,
karena alasan trauma.
 
Malas tersenyum,
karena lelah berpura-pura.
 
Malas menjadi manusia,
karena terlalu malas untuk apa-apa.

Friday, May 17, 2013

Bayangan

Aku berada dimana-mana.
Terlindas roda mobil,
tersamar di balik lampu jalanan,
mengekori kaki anak kecil yang berlari,
bahkan mampu menyusup ke dalam mimpi.

Aku mampu merambat,
menjalar,
melebar,
bahkan memberi teduh.

Akulah bayangan.

Tidak pernah jauh,
namun tidak begitu dekat.
Tidak bisa diraih,
namun selalu bisa dipandang.

Dunia ini fana,
tidak ada yang selamanya.
Tapi setidaknya aku setia,
menjadi bayanganmu
menemanimu entah sampai kapan tahu.