ada suara kecil di dalam jiwa
ia ingin didengar
ia ingin menyanyi
ia ingin menggambar
suara kecil ini makin meronta
ia ingin menari
ia ingin melamun
ia ingin membaca lagi
suara kecil itu berbicara
ia ingin tertawa
ia ingin menulis
ia ingin bahagia
aku mendengarnya dengan jelas
suara kecil dari seorang yang ingin bebas
suara kecil yang letih dengan keadaan
suara kecil yang rindu tertawa lepas
suara kecil yang ingin lari dari kenyataan
suara kecil itu selalu ada
apakah kamu mendengarnya?
Saturday, October 19, 2013
Wednesday, October 2, 2013
Petualangan di Atas Awan
Aku melayang,
tanpa sayap pun aku mampu terbang.
Tidak menapak bumi,
melawan gravitasi.
Terasa ringan,
waktu berjalan sangat lamban.
Biasanya waktu berlari,
kali ini aku pegang kendali.
Sekarang aku berpasrah,
membiarkan angin menentukan arah.
Kemanapun ia bawa, aku ikut.
Walau sendiri, tidak ada rasa takut.
Aku tidak ingin kembali,
biarkan aku di sini,
biarkan aku merasakan hidup lagi.
Petualanganku masih menunggu,
di balik tirai awan itu.
tanpa sayap pun aku mampu terbang.
Tidak menapak bumi,
melawan gravitasi.
Terasa ringan,
waktu berjalan sangat lamban.
Biasanya waktu berlari,
kali ini aku pegang kendali.
Sekarang aku berpasrah,
membiarkan angin menentukan arah.
Kemanapun ia bawa, aku ikut.
Walau sendiri, tidak ada rasa takut.
Aku tidak ingin kembali,
biarkan aku di sini,
biarkan aku merasakan hidup lagi.
Petualanganku masih menunggu,
di balik tirai awan itu.
Saturday, September 21, 2013
Pasti Lebih Baik
kalian akan jatuh
kalian akan lelah
kalian akan sedih
kalian akan susah
tapi kami tahu,
kalian tidak akan menyerah
melihatmu bangkit
menyaksikanmu berlari
melihatmu bertahan
dengan usaha sendiri
melawan arus
menaklukan tantangan
mencapai harapan
tanpa ada pertentangan
ada kebanggaan yang muncul dalam diri
ada haru karena harus pergi
yang tersisa hanya memori
dan doa kami yang mengiringi
jalanmu masih panjang
dan pastinya tak akan gampang
namun dengan doa dan usaha
kami yakin kalian pasti bisa
kalian pasti lebih baik
kalian akan lelah
kalian akan sedih
kalian akan susah
tapi kami tahu,
kalian tidak akan menyerah
melihatmu bangkit
menyaksikanmu berlari
melihatmu bertahan
dengan usaha sendiri
melawan arus
menaklukan tantangan
mencapai harapan
tanpa ada pertentangan
ada kebanggaan yang muncul dalam diri
ada haru karena harus pergi
yang tersisa hanya memori
dan doa kami yang mengiringi
jalanmu masih panjang
dan pastinya tak akan gampang
namun dengan doa dan usaha
kami yakin kalian pasti bisa
kalian pasti lebih baik
Wednesday, August 21, 2013
Keajaiban Sebuah Pelukan
Yang kubutuhkan hanya sepasang lengan,
dengan sabar menahan beban.
Saat itu akan kujatuhkan badan.
Tenggelam dalam dekapan,
hembusan nafas perlahan,
berbagi kehangatan.
Berbicara dengan isak tertahan,
maupun saling diam.
Dipelukmu aku aman.
Dipelukmu aku tenang.
Pelukmu tempatku berpulang.
Saturday, August 3, 2013
Terlalu Lama
Sudah terlalu lama kamu lari dari kenyataan,
lututmu lemas karena membawa beban.
Sudah terlalu lama kamu mencintai karena paksaan.
Dengar hatimu, ia punya pilihan.
Sudah terlalu lama kamu sembunyi.
Lihat keluar, sambut mentari, kamu tak pernah sendiri.
Sudah terlalu lama kamu berbicara.
Tutup mulutmu, coba buka telinga.
Sudah terlalu lama kamu berusaha namun sia-sia.
Lipat tanganmu, tundukan kepala, lalu berdoa.
Sudah terlalu lama kamu menyerah.
Coba dan coba lagi, jangan pernah berpasrah.
Sudah terlalu lama kamu diam.
Katakan pendapatmu, jangan hanya bungkam.
Sudah terlalu lama kamu kesepian.
Aku tahu, yang kamu butuhkan hanya pelukan.
lututmu lemas karena membawa beban.
Sudah terlalu lama kamu mencintai karena paksaan.
Dengar hatimu, ia punya pilihan.
Sudah terlalu lama kamu sembunyi.
Lihat keluar, sambut mentari, kamu tak pernah sendiri.
Sudah terlalu lama kamu berbicara.
Tutup mulutmu, coba buka telinga.
Sudah terlalu lama kamu berusaha namun sia-sia.
Lipat tanganmu, tundukan kepala, lalu berdoa.
Sudah terlalu lama kamu menyerah.
Coba dan coba lagi, jangan pernah berpasrah.
Sudah terlalu lama kamu diam.
Katakan pendapatmu, jangan hanya bungkam.
Sudah terlalu lama kamu kesepian.
Aku tahu, yang kamu butuhkan hanya pelukan.
Tuesday, July 30, 2013
Letih
Dia letih,
mukanya pipih dan matanya perih.
Perih karena menahan kantuk,
kepalanya terantuk-antuk.
Dia lemas,
hanya ingin waktu bebas,
untuk tidur maupun sekedar melamun,
hingga dirinya terbangun.
Dia lelah,
pikirannya tersumbat sampah.
Kekhawatiran menghantui,
sesungguhnya ia tak sabar dijemput mimpi.
Dia lesu,
tak kunjung sampai ke tempat yang ia tuju.
Lama menunggu malam tiba,
hingga ia tenggelam dalam kelamnya.
Mau tahu sesuatu?
Dia itu Aku.
mukanya pipih dan matanya perih.
Perih karena menahan kantuk,
kepalanya terantuk-antuk.
Dia lemas,
hanya ingin waktu bebas,
untuk tidur maupun sekedar melamun,
hingga dirinya terbangun.
Dia lelah,
pikirannya tersumbat sampah.
Kekhawatiran menghantui,
sesungguhnya ia tak sabar dijemput mimpi.
Dia lesu,
tak kunjung sampai ke tempat yang ia tuju.
Lama menunggu malam tiba,
hingga ia tenggelam dalam kelamnya.
Mau tahu sesuatu?
Dia itu Aku.
Tuesday, July 23, 2013
Surat Cinta Malam Kepada Siang
Bulan kita berbeda,
musim kita tak sama.
Dekatmu gersang,
selalu siang.
Dekatku mendung,
awan kelabu menggantung.
Kau pergi diantar matahari,
aku pulang disambut bulan bintang.
Pelukmu menyengat,
tanpa usaha membuat berkeringat.
Sedangkan sorotku sejuk,
membuat tertidur dalam peluk.
Kau jarang menangis,
bahkan tak pernah gerimis.
Tangisanku berhari-hari,
rintikku mengguyur bumi.
Kamu lelah.
Kamu hanya butuh waktu untuk berubah.
Aku rindu menunggu,
rasa yang menyatukan kita menjadi satu.
Oh Siang sayang,
tandusmu dan teduhku berbeda,
terangmu dan gelapku tak sama.
Kutunggu kau sore nanti,
kencan senja kita dibalik matahari.
musim kita tak sama.
Dekatmu gersang,
selalu siang.
Dekatku mendung,
awan kelabu menggantung.
Kau pergi diantar matahari,
aku pulang disambut bulan bintang.
Pelukmu menyengat,
tanpa usaha membuat berkeringat.
Sedangkan sorotku sejuk,
membuat tertidur dalam peluk.
Kau jarang menangis,
bahkan tak pernah gerimis.
Tangisanku berhari-hari,
rintikku mengguyur bumi.
Kamu lelah.
Kamu hanya butuh waktu untuk berubah.
Aku rindu menunggu,
rasa yang menyatukan kita menjadi satu.
Oh Siang sayang,
tandusmu dan teduhku berbeda,
terangmu dan gelapku tak sama.
Kutunggu kau sore nanti,
kencan senja kita dibalik matahari.
Subscribe to:
Posts (Atom)