Tuesday, May 27, 2014

Kecupan

Kecupan itu kukirim tadi pagi,
saat semua masih tengkurap dan terlelap.
Yang terdengar hanya suara adzan,
sayup-sayup dari kejauhan.
Semoga kecupan itu tak terhenti.
Kecupan yang telah dinanti-nanti.

Kecupanku tersengat matahari,
hingga berlindung di balik jemuran baju,
dan berteduh dibayangan mobil yang melaju.
Lalu terseret kaki-kaki bocah yang berlari,
mencium aspal panas berulang kali.

Kecupanku terbawa angin sore,
hingga tersesat diantara awan kelabu dan langit mendung.
Lalu turun bersama beribu rintik hujan,
mencium tanah tandus dan membasahi semua lahan.

Kecupanku telah tersengat, terseret, dan tersesat.
Hingga terlambat datang padamu.
Namun akhirnya kecupan itu menemui tujuannya,
alasan utama ia tercipta.
Dengan lembut kecupanku mendarat di pipi itu.
Tetap dengan cinta yang sama,
walau tak datang tepat waktu.

Wednesday, May 21, 2014

Cuap-cuap Penulis

Selamat siang,
Sedikit mengenai penulis, usia saya sekarang 17 tahun dan saya baru saja kemarin dinyatakan lulus dari SMA. Hore. Banyak yang bilang bahwa mereka kaget saya bisa menulis seperti ini, orang-orang itu tentunya orang-orang yang dekat dengan saya. Saya mulai tertarik untuk membuat blog dan menulis sejujurnya setelah membaca novel karya Dewi 'Dee' Lestari yang berjudul Perahu Kertas. Dan hal itu membawa saya kesini.

Bulan Agustus nanti, blog saya ini akan berumur 2 tahun. Tak terasa sudah begitu banyak yang saya tulis di jurnal digital ini, tapi masih jauh dari cukup. Saya sudah menulis mulai dari curhatan remaja, cerita pendek, hingga puisi-puisi yang terpampang di blog ini.


Namun, segala hal yang saya torehkan di sini adalah pemikiran pribadi saya.
Puisi-puisi saya memang tidak bagus-bagus amat, namun mereka orisinil. Mereka lahir dari perasaan yang saya tuangkan ke jemari saya saat mengetik di keyboard laptop.

Alasan saya menulis post ini sederhana, saya ingin berterima kasih kepada siapapun yang membaca blog saya. Mau pembaca setia, maupun yang tak sengaja. Terima kasih banyak. Saya bahagia jika kalian menikmatinya, tapi tentunya saya tetap menulis untuk kepuasan diri sendiri. I write in order to lower the fever of feeling, you see.

Sekian post kali ini, jangan lupa mampir terus! :)

-V. Dante


Monday, April 21, 2014

Layang-layang

Aku tak peduli mau cuaca cerah
ataupun gelap dan mendung
Yang aku tahu hanya tanganmu akan senantiasa menjagaku
Matamu akan senantiasa memantauku
Saatku memeluk angin
waktuku mencium langit


Hanya oleh seutas benang
Benang yang lebih kuat dari baja maupun kaca
benang yang terbuat dari cinta
Kamu tahu, aku setia
Benang itu mengikat kita


Aku tak takut jika terjebak di atas pohon
maupun tersangkut di tiang listrik
Karena kamu jagoanku
menerjang angin ribut pun kamu mau
Bawa aku keluar
biarkan aku merasakan udara segar


Karena aku layang-layangmu
Tarik-ulur aku sepuasmu


Jangan pernah lepas genggaman itu
Aku akan selalu ada di sini
setia menunggu berbalut kertas dan lidi
Dengan sabar mengikuti navigasi
Lalu akan kupinjamkan mataku
Agar kau dapat melihat dunia dari sudut baru

Thursday, March 6, 2014

Senandung Sempurna

Cerita dimulai
di sebuah malam biasa
Seorang malaikat telah turun dari surga
bertengger di bulan dan menyanyikan lagu sederhana
Seorang manusia mendengarnya
dalam sekejap manusia itu jatuh cinta
Melihat sosok indah bermandi cahaya
mendengar suara murni yang membelah malam hampa

Sang manusia telah jatuh cinta
Agar bisa bersama pujaan yang ia damba
melakukan apa saja ia rela
Namun ia tak bisa apa-apa
karena malaikat itu jauh di atas sana
tak terjangkau olehnya

Setiap malam tiba
manusia itu menjadi pendengar setia
Datang tanpa membawa cokelat maupun bunga
datang tanpa rayuan gombal belaka
Yang diperlukan hanya ketulusan kedua buah telinga
untuk mendengar senandung yang sempurna
Ternyata cinta tak berarti harus bersama
mendengar nyanyian itu saja
ia sudah bahagia  

Thursday, February 13, 2014

Kotak Biru

mimpiku kusimpan dalam kotak biru
agar tidak kotor dan tersentuh debu
kulihat hanya bila aku butuh
untuk mengingat sesuatu yang terhapus oleh waktu

mimpiku kusimpan dalam kotak biru
mimpiku bagai api yang berkobar, itu dulu
kini yang tersisa tinggal abu

mimpiku kusimpan dalam kotak biru
dulu kupamerkan dengan hasrat menggebu
kuceritakan dengan nafas memburu
kini untuk mengintip saja aku malu

mimpiku kusimpan dalam kotak biru
memang dulu bagai pohon lebat yang berbuah mulu
kini, pohon itu layu

mimpiku kusimpan dalam kotak biru
jika dulu mimpi itu terdengar merdu
kini hanya sebuah melodi yang tak dapat membentuk sebuah lagu

mimpiku kusimpan dalam kotak biru
tahukah kamu
kini kotak itu kelabu

Thursday, January 9, 2014

Cerita di Hari Ketiga

izinkan aku bercerita
tentang hari ketiga
saat matamu menerawang
dan pikiranmu melayang

kali ini kamu tidak sedih
tetapi hanya letih
dengan perkataan-perkataan yang menyakiti
oleh orang yang sama lagi

keinginanmu tak terlalu tinggi
kamu hanya ingin memperbaiki
menyusun kembali kepingan hati
hanya untuk dihancurkan
oleh orang yang sama lagi

kamu tertawa
untuk menyembunyikan duka
untuk meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja
untuk menutup luka

izinkan aku berkata
akan ada hari dimana kamu akan tertawa
karena semua memang baik-baik saja
karena sudah tidak ada lagi duka
tawa yang menghilangkan derita

Monday, December 9, 2013

Bulan

Aku melayang hingga ke bulan,
karena sebuah senyuman,
dan sebuah kedipan.
Hingga kini aku di bulan,
menikmati pemandangan.
Jauh dari kenyataan,
semua terlihat indah dari kejauhan.
Aku mabuk kebahagiaan.
Tetapi di bulan,
aku sendirian.
Aku terlalu lama bertahan,
dan susah melepaskan.
Lama kelamaan,
aku kesepian.
Turunkan aku dari bulan,
Tuan.